Senin, 10 September 2012

Pengolahan Bahan Pustaka MODUL 5


MODUL 5
KLASIFIKASI BAHAN PUSTAKA
1. SISTEM KLASIFIKASI DDC
DDC merupakan karya Melvil Dewey seorang warga negara Amerika Serikat. DDC merupakan bagan klasifikasi yang banyak dipakai di dunia termasuk di Indonesia. Edisi pertama merupakan inovasi yang menampilkan dua ciri baru yaitu: (1) penempatan felatif yang menggantikan penempatan tetap; (2) indeks felatif, yang diperlukan setelah skema yang bersifat enumeratif memuat sejumlah besar subjek yang terdaftar. Sampai saat ini sudah terbit edisi ke-22 tahun 2003.
            DDC merupakan bagan klasifikasi yang menganut prinsip desimal untuk membagi semua bidang ilmu pengetahuan. Sebuah bagan klasifikasi enumerated seperti DDC terdiri dari unsur notasi dan formulasi subjek yang merupakan terjemahan dari notasi tersebut. DDC mengunakan notasi murni berdasarkan angka Arab. seluruh ilmu pengetahuan dibagi ke dalam 9 kelas utama, yang diberi kode/lambang/notasi 100 sampai 900. Di samping itu terdapat kelas ke-10 yaitu untuk karya umum yang diberi notasi 000. suatu notasi DDC sekurang-kurangnya terdiri dari 3 digit, sehingga harus menambahkan nol agar terbentuk bilangan basis tiga digit. Untuk membagi kel;as utama digunakan prinsip desimal. Setiap kelas utama dibagi lagi secara desimal menjadi 10 subklas (divisi). Selanjutnya setiap subklas dapat dirinci menjadi 10 seksi.
            Selain bagan lengkap, DDC mempunyai 6 buah tabel pembantu (auxiliary Table), yaitu (1) tabel 1. Sub-divisi standar; (2) Tabel 2. Wilayah, (3) Tabel 3. Subdivisi untuk sastra; (4) Tabel 4. Sub-divisi bahasa, (5) Tabel 5. Ras, Bangsa, Kelompok etnis, (6) Tabel 6. Bahasa.
            DDC memiliki indeks yang berfungsi untuk:
1. menunjukkan semua topik-topik yang tersusun secara sestematik dalam bagan klasifikasi.
2. menunjukkan semua aspek yang berhubungan dari satu subjek yang tersebar dalam bagan klasifikasi.
Kelestarian DDC dapat mencapai umur lebih dari satu abad, karena adanya badan atau lembaga yang selalu mengawasi dan mengadakan peninjauan terhadap penerbitannya.
            Di samping melakukan pengawasan, lembaga tersebut menerbitkan Dewey Decinal Classification Additions, Notes and Decisions (DC &) yang memuat tambahan atau perluasan dan catatan yang telah disetujui oleh komisi pengawas DDC. Tambahan, perluasan atau catatan tersebut adakalanya datang dati usul pemakai DDC atau dari komisi pengawas DDC sendiri.

II.MENGENAL BAGAN KLASIFIKASI DDC
            Untuk dapat melakukan proses klasifikasi dengan baik, maka perlu mengenal terlebih dahulu sistem dan bagan klasifikasinya. Untuk itu Anda diharapkan dapat menghafal sedikitnya kelas utama dari DDC. Di samping itu notasi-notasi divisi harus benar-benar dikenali pula dengan baik.
            Untuk melakukan klasifikasi perlu dilakukan latihan-latihan agar dapat lebih memahami notasi-notasi yang ada dalam bagan tersebut. Untuk itu langkah pertama harus memahami terlebih dahulu ringkasan pertama yaitu pembagian kelas utama, kemudian ringkasan kedua, dan selanjutnya ringkasan ketiga berikut hubungan-hubungan.





By Khaerul Anwar
Aja Klalen Ngomong KESUWUN


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar